Kamis, 17 Juli 2014

Layla Majnun

Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit.
Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi. Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehingga suhu badan menurun. Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.” Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu keluar-masuk hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, ular atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab

Majnun.“Lalu, apa yang kautakuti?” “Jangan-jangan pisau bedah, itu menyakiti Layla." “Menyakiti Layla? Mana bisa? Yang dibedah badanmu.“ "Justru itu, Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”

Tidak ada komentar :