Rabu, 28 Januari 2015

Syurga Biru

Semilir angin menyejukkan samudra dalam dada
Gemericik air berlalu kirimkan kesegaran bernada
Kicau burung membisu dibalik hijau daun berada
Keindahan itu terwujud dalam segarnya kelapa muda

Wahai biru putih warnamu, langit dikepalaku
Seteguk air kelapa membasahi mulut dan lidahku
Sambil berteriak dahaga telah bermandi air itu
Sedikit demi sedikit dahaga menjauh dengan rasa malu
Semakin jauh dan menghilang pula dahaga dileherku
Nyatanya tenggorokan lunglai itu bermandi biru
Seraya bersihkan sisa air kelapa tak beraturan berlaku
Terdamaikan bara kemarahan bertajuk siraman syurga biru

Aku berbaur homogen dengan sejumlah rasa
Bercumbu heterogen dengan bisik ber-asa
Seuntai mawar menjual wewangiannya berkuasa
Seekor kumbang tersenyum entah memuda atau menua
Tak terbedakan senja ataukah dini pagi kuningnya
Sewarna dalam tawa, Senyawa dalam sua, Seirama dalam nada

Pesanku tuk yang sedang tertawa dalam bahagia
“Kucumbui sendirimu dalam lautan senggama”
Entah kau rasa atau tak kau sengaja membaca
Aku akan tetap berada dalam senggama tertawa,
Hahaha…….