Selasa, 26 Juni 2012

Bunga

Indah selalu mendampingimu
Kala mekar ayumu pancarkan sinar.

Lelah penatpun sirna bahkan pudar
Di hempas hasrat untuk memelukmu.

Pekatnya malam kabut tebal rapuh,
Jika untuk selimuti keindahanmu,
Laksana malam yang sunyi senyap hanyut
Di telan ganasnya senyum mentari pagi.

Beribu-ribu kumbang berkerumun dan saling berebut,
Demi tuk dapatkan manisnya madumu,
Yang kian terus lumuri keelokan putikmu.

Sungguh sangatlah beruntung,
Wahai bunga...........

Tapi, janganlah engkau terlalu bersuka cita,
Karena hal itu akan segera berujung.
Kala ayu mekarmu mulai melayu dan berguguran pada sang bumi.


Saat itulah engkau akan di tinggal dan di campakkan,
Hingga tiba saat hembusan nafasmu yang terakhir kali.

Kumbang-kumbang yang dulu memperebutkanmu pun
Akan berat tuk menoleh,
Apalagi tuk datang dan temani sisa hidupmu,
Walau engkau dalam kesendirian yang berlumur air mata.

Dan engkau akan jatuh dan terpuruk dalam luasnya jurang
Yang penuh dengan hamparan sampah kotor lagi hina.
M.SHOFYAN.K

Sabtu, 23 Juni 2012

Salahmu


Parasmu begitu menggoda..
tingkahmu menarik hati..
semua mata tertuju padamu..
tiada yg luput dari pesonamu..


Saat engkau berbicara..
suaramu bagai racun..
merasuk cepat kedasar telinga..
membuat jantungku berdetak kencang..


Engkau selalu menawarkan kebahagiaan..
namun kebahagian semu..
kebahagiaan yg penuh dengan kebohongan serta basa-basi cinta..


Kamu bagaikan ular beracun yang mematokku..
menyebar racun membuat tubuhku terinfeksi akan racunmu yg seketika mampu membunuhku..


 Salahmu buat aku jatuh cinta denganmu
buat seribu bayangan dirmu dalam hidupku
salahmu buatku terpesona padamu


Kau sentuh hatiku dengan tatapanmu

Tertatih aku melihatmu bersamanya
terbata bicaraku di hadapanmu yang tak acuh
lidah kaku tak dapat bergerak


Tubuh bergetar tak menentu

Ku pikir jatuh cinta indah
tapi kini ku terluka?


ku pikir cinta kini memihak padaku
Tapi kini ku masih sendiri?


Seakan menusuk tulang cinta tak terbalas
terbias tak berbekas
manakala bibir tak dapat berucap
Cinta berhenti tak dapat berbalas.

Cakrawala


Ribuan bintang hiasi kehitaman malam
Rembulan haturkan sinar yang indah
Inilah saat malam tebarkan racun kehitaman. 
Kesal dan lesu sang rembulan tiba 
Kala cakrawala menjemput.
Rembulan pun lemah tak berdaya kala itu.

Untuk sandarkan kekuatan menolong sang rembulan 

Sungguh beban telah dipikulnya
Hingga keringat lumuri tubuhnya.

Cakrawala mampu luluhlantahkan

Segala yang hiasi kehitaman sang malam
Hingga terlihat pudar dan tak berdaya 
Kala mata memandang.


DALAM DIAM


Kala malam hempakkan sayap gagahnya
Sunyi-senyap terus lumuri hitam malam.
Gemuruh nyanyian jangkrik terlantun indah
Bersama belaian sang angin sendiriku.

Keangkuhan racuni kalbuku yang hina ini
Hingga tak sanggup aku menoleh pada indah rerumputan
Yang kian berdzikir pada keEsaanNya.

Tinggi ayunan mataku akan sosok disampingku
Seakan tak lagi terpinta olehku dalam uluran tangan,
Yang terlantun indah dari syukur sang rumput.
Sesaat terlantun indah dalam hayalku,
 Sesaat tercipta racun yang lumuri angan-anganku,
Hingga tergoyahlah olehnya setiap sudut ragaku
Dan terbisik tutur kata yang kian jatuhkan angan.
Bagai harum bunga ditaman kala mekar,
Mampu memanggil hasrat kumbang-kumbang.

Aku terjatuh tak berdaya dan semua anganku telah patah
Aku ingin bentangkan keangkuhanku pada punggung sang bumi
Yang telah lama rindukan sujudku.

Aku ingin lontarkan cemooh segala ikhwalku
Karena dalam benakku tela tumbuh benih keangkuhan
Yang tak mampu terlarutkan olehku,
Walau dalam satu detak jantung saja.

Pemuja Indah Sang Bunga


Bunga indah menawan
Semerbak keharuman ditebarkan 
Untuk menyambut senyum mentari
Hingga sang mentari menemui jubah hitam sang malam.

Aku termenung dalam lamunan senyap
Dengan kerinduan yang kini meluap
Bagai didih air kala dimasak,
Hingga aku tak mampu tjk tanggalkan lamunan itu,
Walau hanya sedetik saja.

Aku lemah dan tak berdaya, 
Seakan jasad renta ini meleleh begitu saja.
Tak ada yang mampu lambaikan tangan untukku,
Bahkan sang malam pun tak mampu menolongku.

Kerinduanku pada sosok bunga
Sangatlah menyiksa akan lemah batinku
Dengan tanpa pamrih.

Engkaulah sang bunga yang selama ini telah hiasi batinku
Dengan samudra kerinduan yang engkau cipta.
Tapi, engkau tak pernah sadar akan hal itu,
Walau batinku telah rasakan dan bahkan terhanyut olehmu.

Sungguh kemalangan bagiku,
Sebagai hamba pemuja indah sang bunga
Yang kian berada di kerumunan ribuan kumbang.

Aku tak mampu menghadang atau bahkan tuk selimuti,
Segala keindahan dari aura yang engkau pancarkan,
Hingga tubuhku terjatuh dan terjerembab 
Dalam medan yang berhiaskan kerumunan duri.

Kini hanya tinggal masa tuk menanti terhentinya nafas,
Dalam kesendirian yang penuh akan busuknya luka.

Minggu, 17 Juni 2012

PAGIKU

PAGI
Senandung sajak burung-burung di pagi ini
Meriangkan gendang telinga
Walau terasa sedikit malu-malu.

Memang sangatlah terasa
Dingin embun di kala ini
Tapi, setiaku tuk menyambut senyum mentari
Mampu padamkan emosiku.

Aku tersenyum dalam sendiri
Walau tampak sedikit menggigil.

Seruan sedikit terhembus
Di balik rona mawar mekar,
Sesekali ia menyapa di sela hembusan angin
Dan aku pun tersenyum dalam buaian itu,
Sementara Sang Mentari tak kunjung jua.

Dengan tak sengaja,
Aku menoleh pada arah jam 07.00 wib,
Dan ternyata segelas kopi telah lama menantiku.

Muda

Sometimes I try to count the ways and reasons that I love you
But I can't ever seem to count that far
I love you in a million ways and for a million reasons
More than this I love you as you are

Ev'rything I'd ever hope to find is what you are
You are my inspiration, you are the song I sing
You are what makes me happy, you are my everything
You are my daily sunshine, you are my ev'ning star
Ev'rything I'll ever need or want, that's what you are
Ev'rything I'll ever need or want is what you are
You are... 

 the hardest thing is to let go
when love is real
like a flower loves a bee
but I know you're meant
to give yourself
to someone else not me
and I could carry on with you
...does that sound crazy?
I think you feel the same way too
and you can't face it
the hardest thing is to let go.

Temukan pemuas,
Jangan merasa puas,
Biarkan dia selaras
Dalam bekas,
yang telah lama terbias.


RESAH

RESAH

Dari jauh lubuk hatiku
Jiwaku resah mencari tahu
Apa yang sedang kurasakan kini
Terguncang aku mengingat engkau
Seandainya aku masih bisa memilih
Akan kupilih engkau sebagai kekasih sejatiku
Betapa semua harapan hanya untukmu
Akan kupahat namamu dalam pusara hatiku.......

Kaulah rahasia terbesar hidupku
Yang takkan mungkin aku ungkapkan
Kusimpan erat perasaanku
Meski ajal menanti.

Meludah dalam muntah
Mencium anyir darah
Mencemooh halus kemeja
Mencukur panjang fikir sampai dungu disetiap nafas,
Gerombolan pembajak mendatangkan penyakit menular,
Di meja bundar menyambung detak jantung.
Itulah aktifitas pemerkosa sampah.

Berjubah kafan,
Bermandikan bunga,
Berhembuskan syurga.
Halayak memaksa tak setetespun tertuang.
Patah-patah telah tersusun bak gumpalan,
Ia tak tau bahwa perekatnya, air mata.

Semangat dan tenaga lebih bernilai dari pada emas permata,
Sebab semangat dan tenaga, emas permata bisa capai,
Takkan tergapai semangat dan tenaga hanya karena emas permata.

Berfikir dalam kata
Berkata dalam angan
Berangan dalam bayang.......

Ricuh

WARNA-WARNI
Terlihat dari kejauhan berwarna-warni
Ternyata satu warna yang semu
Memukau mata telanjang
Menyiksa hayal
Mendebarkan dada tanpa senyuman
Semua terisolasi hanya tertuju pada satu.
Semakin semu saja....

Jurang yang dalam penuh duri mulai kasat mata,
Tabir gelap mulai tersingkap oleh jernihnya tetes embun.
Jalan terjal yang memakan tapak kaki telah berlalu.
Kini tinggal memetik buah yang sudah matang saja,
Tapi, rimbunan duri masih terpatri di sekeling buah itu.

Putih jadikan perangai
Bening sebagai penyejuk hati.


Memang dalam bening air itu  tak selamanya
Akan menyegarkan hati.
Kadang ada yang membelai pori-pori,
Kadang ada yang mencabik pori-pori.
Semakin semu mencabik pori
Demi utuhkan setetes belai kasih
Sebutir debu coba tuk terbangkan angan
Menuju singgahsana Yang Satu
Agar hidup tak hanya fikirkan perut.

Duri itu pasti walau kadang tak terlihat tajam
Maka panas air tak kan bisa mengubah beras,
Jika tak ad` Tangan Kasih Sayang dariNya.

Daging dan tulang sebatas hiasan
Jika didunia sekedar menghembuskan nafas.
Tiada akan guna dan hasil karya ,
Hanyalah kosong.