Tampilkan postingan dengan label LAGU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LAGU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2013

Negeri Ini Memang Kaya


Iwan Fals - 


Negeri ini memang kaya

kaya orangnya, kaya binatangnya

Negeri ini memang kaya

kaya alamnya, kaya budayanya

Negeri ini memang kaya
kaya pejabatnya, kaya penjahatnya
Negeri ini memang kaya
kaya idenya, kaya sejarahnya
Negeri ini memang kaya

Hei Bung Karno aku bersimpuh dimakammu
bertanya tentang indonesia ini
Hei Bung Karno nyenyakkah tidur abadimu
aku datang menganggu istirahatmu

Negeri ini memang kaya
kaya rakyatnya, yang menangis diujung malam
kaya harapannya, kaya agamanya

Merah Putih termangu
terkulai berdebu, dipojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta, Garuda terkasih melayang pergi
Negeri ini memang kaya

Hei Bung karno aku bersimpuh dimakammu
tebarkan kembang ibu yang letih
Hei Bung Karno nyenyakkah tidur abadimu
inikah nyanyian kecewa
Hei Bung Karno aku bersimpuh dimakammu
akankah kisahmu menjadi api
Hei Bung Karno nyenyakkah tidur abadimu
dinginnya aneh menyiksa negeri

Merah Putih terbangun
terkulai berdebu, dipojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta, Garuda terkasih melayang pergi
negeri ini memang kaya

Hei Bung karno aku bersimpuh dimakammu
maafkanlah aku yang cengeng
Hei Bung karno nyenyakkah tidur abadimu
tularkanlah keberanian itu
Hei Bung Karno aku bersimpuh dimakammu
suaramu menggelegar dikalbu
Hei Bung Karno nyenyakkah tidur abadimu
bilakah mimpi itu akan nyata

Negeri ini memang kaya
kaya penguasanya, yang miskin Rakyatnya
kaya marahnya
Indonesia Raya, Indonesia Raya
yang kaya raya
negeri ini memang kaya

SIANG SEBERANG ISTANA

Iwan Fals-

Seorang anak kecil bertubuh dekil

Tertidur berbantal sebelah lengan

Berselimut debu jalanan

Rindang pohon jalan menunggu rela

Kawan setia sehabis bekerja

Siang di seberang sebuah istana
Siang di seberang istana sang raja


Reff I:Kotak semir mungil dan sama dekil

Benteng rapuh dari lapar memanggil

Gardu dan mata para penjaga

Saksi nyata....... Yang sudah terbiasa

Tamu negara tampak terpesona

Mengelus dada gelengkan kepala
Saksikan perbedaaan yang ada

Reff II:Sombong melangkah istana yang megah
Seakan meludah di atas tubuh yang resah
Ribuan jerit di depan hidungmu
Namun yang ku tau.... Tak terasa terganggu

Kembali ke: reff I & reff II
Gema azan ashar sentuh telinga
Buyarkan mimpi si kecil siang tadi
Dia berjalan malas melangkahkan kaki
Di raihnya mimpi di genggam tak di letakkan...Lagi...

Selasa, 02 Juli 2013

Berandal Malam Di Bangku Terminal

Sebentar lagi pagi kan datang 
Walau sang bulan malas untuk pulang 
Di bangku terminal benakmu bertanda 
Gelisah seorang merasa terbuang
 
Sedetik ingatnya seribu angannya 
Dambakan malam terus berbintang 
Di bawah sadarnya nasib bercerita 
Hangatnya surya bara neraka
 
Sampai kapan kau akan bertahan 
Dicaci langit tak sanggup menjerit 
Hitam awan pasrah kau jilati 
Kusam kau dekap dengan muak kau lelap
Pagi yang hingar dengan sadar engkau gentar
 
Jangan jangan pagi kau hadirkan 
Biarkan malam terus berjalan
Jangan jangan mentari kau terbitkan 
Jangan jangan pagi kau datangkan 
Kumohon dan aku harapkan 
Jangan jangan mentari kau terbitkan
 
Dengarlah tuhan apa yang dibisikkan 
Berandal malam di bangku terminal
 

Jumat, 28 Juni 2013

Nyanyian jiwa

Putaran waktu telah merubah
Garis hidupku dan manusia
Tapi cintaku kepada dia
Tak pernah hilang sedetik saja

Gelombang jiwa pantai asmara
Tempat berlabuh hatimu kasih
Kumenantikan tujuh purnama
Namun kini hilang dari mata

Sampai kapankah aku menanti
Sedang hatiku merintis noda
Ingin kulupakan segalanya
Agar jiwaku tak terhimpit lagi

Sanggupkah aku melupakanmu
Sanggupkah aku hilangkan cintaku
Sanggupkah aku berpaling darimu
Sanggupkah aku musnahkan cintaku


Mungkinkah malam ini
yang akan berkata tentang aku dan dia?
Ataukah mulut masih terkunci
sampai malam ini.
Semua mengalir seadanya
Tak pernah aku memaksa
Tak pernah aku merasa
tuk selalu mendiamkan rasa.
Hanya aku takut terluka
jika aku berkata,
Karena, semua belumlah nyata.
Semua terlantun dalam ikhwal
yang kadang terlihat kaku,
Namun aku tetap suka.


Nyanyian jiwa
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega
Terburai diterjang halilintar

Mata hati
Bagai pisau merobek sangsi
Hari ini
Kutelan semua masa lalu

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku
Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Menjeritlah,
Menjeritlah selagi bisa
Menangislah,
Jika itu dianggap penyelesaian


Terfikir dalam untaian rasa
merasuk memperkosa jiwa
terbuai dalam angan semata
Hanya bisu yang kusengaja
karena tak mampu tuk berkata
Kuterima setiap sapa dengan dada
agar semua tak terlihat nyata
Karena kutakut akan terluka.


Yang aku tanya hanya,
Kemana arah senyum itu?
Aku merasa arah itu tertuju padaku
Tapi, aku takut keliru.
Karena aku sedang terbelenggu.




 

Senin, 08 Oktober 2012

Barang Antik

Barang Antik
oleh: Iwan Fals
Berjalan tersendat
Diantara sedan sedan licin mengkilat
Dengan warna pucat
Dan badan penuh cacat sedikit berkarat

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Bagai kutu jalanan
Di tengah tengah kota metropolitan
Cari muatan
Untuk nguber setoran sisanya buat makan

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Berjalan zig zag ngebut
Nggak peduli walau mobil sudah butut
Suara bising ribut
Yang keluar dari knalpotmu bagai kentut

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Oh bapak tua
Pemilik oplet tua
Tunggu nanti di tahun dua ribu satu
Mungkin mobilmu
Jadi barang antik
Yang harganya selangit

Oh bapak tua
Pemilik oplet tua
Tunggu nanti di tahun dua ribu satu
Mungkin opletmu
Jadi barang nyentrik
Yang harganya selangit  

Diskografi Iwan Fals, Album - Album Iwan FalsIwan Fals - Barang Antik (1984)

Bersama music director Willy Soemantri, Iwan membuka diri menerima karya orang lain untuk dinyanyikan. Hanya lagu ‘Jangan Bicara’ yang diciptakan oleh Iwan Fals. Selebihnya diciptakan oleh Diat, Yoesyono, Chilung Ramali, Jaya Susanto, Dama, Richard Kyoto, Tommy dan Marie, Willy dan Tommy. Lagu ‘Barang Antik’ bercerita tentang angkutan tua (oplet) yang tergusur dengan angkutan lain seperti bis, mikrolet dan bajaj namun tetap beroperasi dipinggiran kota. Lagu ‘Jangan Bicara’ menjadi kontroversi karena liriknya yang terlalu pedas bagi sebagian orang. 
Tetapi masalah itu lagi-lagi tidak terekspos, inilah pandainya pemerintahan saat itu yang rapi menutupi kesalahan agar tidak banyak orang memahami. Dan hasilnya konon Iwan mendapat teguran keras dari pemerintah agar tidak menerbitkan karya yang menyinggung politik.

Lagu-lagu pada album ini ‘Barang Antik’, ‘Kumenanti Seorang Kekasih’, ‘Sunatan Masal’, ‘Jangan Bicara’, ‘Asmara Dan Pancaroba’, ‘Tante Lisa’, ‘Salah Siapa’, ‘Nyanyianmu’, ‘Jalan Yang Panjang Berliku’, ‘Neraka Yang Asyik’.

Sugali

Sugali
oleh: Iwan Fals
Sua...sua...suara berita

Tertulis dalam koran

Tentang seorang lelaki

Yang sering keluar masuk bui

Jadi buronan polisi

Dar...der...dor

Suara senapan

Sugali anggap petasan

Tiada rasa ketakutan

Punya ilmu kebal senapan

Semakin lupa daratan


Lihat Sugali menari di lokasi WTS kelas teri

Asyik lembur sampai pagi

Usai garong hambur uang peduli setan


Dig....did.....dug

Dig....did.....dug

Dig....did.....dug

Dig....did.....dug

Ramai gunjing tentang dirimu

Yang tak juga hinggap rasa jemu

Suram hari depanmu


Rasa was-was mata beringas

Menunggu datang peluru yang panas

Di waktu hari yang naas

Oo...bisik jangkrik di tengah malam

Tenggelam dalam dalam suara letusan

Kata berita dimana-mana tentang Sugali

Tak tenang lagi dan lari sembunyi

Terbirit-birit


Lihat Sugali menari di lokasi WTS kelas teri

Asyik joget samapi lecet

Genit gitik cewek binal paling busyet



Lagu ‘Sugali’ menjadi hits, dikerjakan bersama Chilung Ramali, menceritakan tentang preman yang menjadi target sasaran petrus (penembak misterius) yang marak pada dekade 80-an. 

Tetapi yang menjadi persoalan pada album ini yaitu adanya lagu ‘Serdadu’ yang isinya bercerita tentang prajurit yang kurang diperhatikan kesejahteraannya, yang gajinya dipotong oleh komandannya. Lirik lagu ini mendapat perhatian oleh banyak petinggi ABRI (saat itu, sekarang TNI) dan dianggap suatu pelecehan, namun kurang diekspos, mungkin mereka takut terbuka kebenarannya.

Isi album ini adalah ‘Sugali’, ‘Rindu Tebal’, ‘Siang Seberang Istana’, ‘Serdadu’, ‘Nak’, ‘Berkacalah Jakarta’, ‘Maaf Cintaku’, ‘Tolong Dengar Tuhan’, ‘Azan Subuh Masih Ditelinga’.
 

Sarjana Muda

Sarjana Muda
oleh: Iwan Fals
Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar

Jelas menatap awan berarak

Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Reff I :


Engkau sarjana muda

Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban

Termenung lesu engkau melangkah

Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi

Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat

Reff II :


Engkau sarjana muda

Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku

Sia-sia semuanya

Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."
Diskografi Iwan Fals, Album - Album Iwan FalsIwan Fals - Sarjana Muda (1981)

Album ini dapat dibilang adalah awal karir Iwan Fals di dunia musik profesional Indonesia. Setelah kontrak dengan ABC records selesai, Musica rupanya mencium bakat Iwan yang dapat dikembangkan, lantas Musica meneken kontrak dengan Iwan Fals. Album perdana Iwan Fals bersama Musica Studio’s benar-benar dikerjakan secara serius. 

Lihat saja musisi pendukungnya bukan orang sembarangan. Music director dikerjakan oleh Willy Soemantri, didukung oleh Amir Katamsi, Luluk Purwanto dan yang hebat lagi Idris Sardi menjadi bintang tamu mengisi suara biola pada lagu ‘Guru Oemar Bakrie’. 

Begitu beredar, album ini langsung menjadi pembicaraan. Masyarakat Indonesia yang pada saat itu kenyang disuguhi lagu dengan nuansa cinta mungkin kaget mendengar lirik lagu Iwan Fals yang bernuansa sosial yang sangat mewakili kehidupan masyarakat saat itu. Tak lama kemudian album ini meledak dipasaran, hampir seluruh stasiun radio menjadikan lagu ‘Guru Oemar Bakrie’ pada puncak tanggal lagu mereka. Album ini menjadi titik awal perubahan warna musik Indonesia.

Lagu yang ada pada album ini adalah ‘Sarjana Muda’, ‘Guru Oemar Bakrie’, ‘Bung Hatta’, ‘Doa Pengobral Dosa’, ‘Si Tua Sais Pedati’, ‘Ambulance Zig Zag’, ‘22 Januari’, ‘Puing’, ‘Yang Terlupakan’, ‘Bangunlah Putra Putri Pertiwi’.
 

Surat Buat Wakil Rakyat

Surat Buat Wakil Rakyat
oleh: Iwan Fals
Untukmu yang duduk sambil diskusi

Untukmu yang biasa bersafari


Di sana, di gedung DPR



Wakil rakyat kumpulan orang hebat


Bukan kumpulan teman teman dekat


Apalagi sanak famili



Di hati dan lidahmu kami berharap


Suara kami tolong dengar lalu sampaikan


Jangan ragu jangan takut karang menghadang


Bicaralah yang lantang jangan hanya diam



Di kantong safarimu kami titipkan


Masa depan kami dan negeri ini


Dari Sabang sampai Merauke



Saudara dipilih bukan dilotre


Meski kami tak kenal siapa saudara


Kami tak sudi memilih para juara


Juara diam, juara he'eh, juara ha ha ha......



Untukmu yang duduk sambil diskusi


Untukmu yang biasa bersafari


Di sana, di gedung DPR


Di hati dan lidahmu kami berharap


Suara kami tolong dengar lalu sampaikan


Jangan ragu jangan takut karang menghadang


Bicaralah yang lantang jangan hanya diam



Wakil rakyat seharusnya merakyat


Jangan tidur waktu sidang soal rakyat


Wakil rakyat bukan paduan suara


Hanya tahu nyanyian lagu "setuju......"




Album yang musiknya digarap Bagoes A.A. ini meledak dipasaran menjelang pemilu dan menimbulkan kontroversi yang hebat. Iwan kembali membangkang setelah sekian album melunak kembali dia menjadi ‘nakal’. Lagu ‘Wakil Rakyat’ yang mengisahkan wakil rakyat yang suka tidur waktu rapat ditanggapi sinis oleh penguasa. Lagu ini bahkan sempat di cekal tidak boleh ditayangkan di televisi karena dianggap mengganggu stabilitas politik. 

Namun Iwan dan Musica tidak kurang senjata, hits ‘Mata Indah Bola Pingpong’ menjadi cadangan yang tidak kalah larisnya. Radio-radio meletakkan lagu ini pada puncak tangga lagu Indonesia selama beberapa bulan. Juga ada lagu ‘Potret Panen’ yang berkisah tentang bencana hama wereng yang menghabiskan panenan padi petani.

Lagu-lagunya adalah ‘Mata Indah Bola Pingpong’, ‘Surat Buat Wakil Rakyat’, ‘Teman Kawanku Punya Teman’, ‘Emak’, ‘Potret Panen Mimpi Wereng’, ‘Diet’, ‘Libur Kecil Kaum Kusam’, ‘Dimana’, ‘Guru Zirah’, ‘PHK’.

Mata Dewa

Mata Dewa
oleh: Iwan Fals
Di atas pasir senja pantai kuta

Saat kau rebah di bahu kiriku


Helai rambutmu halangi khusukku


Nikmati ramah mentari yang pulang


Seperti mata dewa 3x



Aku berdiri tinggalkan dirimu


Waktu sinarnya jatuh di jiwaku


Gemuruh ombak sadarkan sombongku


Ajaklah aku wahai sang perkasa



Seperti mata dewa 4x



Yang menangis tinggalkan diriku }


Yang menangis lupakanlah aku } 2x


Senja di hati



Lidah gelombang jilati batinku


Belaian karang sampai ke jantungku


Hingga matahari ajak aku pergi


Kasihku tulus setulus indahmu



Seperti mata dewa 4x



Yang menangis tinggalkan diriku }


Yang menangis lupakanlah aku } 2x


Senja di hati
.

Diskografi Iwan Fals, Album - Album Iwan Fals
cover awal Mata Dewa
Diskografi Iwan Fals, Album - Album Iwan Fals
cover baru Mata Dewa
Iwan Fals - Mata Dewa (1989)

Album ini adalah gebrakan terbesar sepanjang sejarah musik Iwan Fals. Setiawan Djodi selaku pemilik Airo Records tertarik dengan kolaborasi Iwan dan Ian Antono pada album 1910. Dia mengajak Iwan dan Ian bergabung dibawah bendera perusahaan rekamannya untuk membuat album Mata Dewa. Kebetulan kontrak Iwan dengan Musica sudah berahir.

Album ini dikerjakan dengan sangat profesional didukung teknologi yang canggih. Hasilnya, luar biasa, meledak dipasaran. Vokal Iwan menjadi lebih nge-rock, musiknya kental dengan nuansa rock – ballads.


Sebenarnya pada album ini sebagian adalah lagu lama yang di aransmen ulang dengan gaya vokal Iwan yang berbeda. Lagu ‘Mata Dewa’ menjadi hits, pada lagu ini Setiawan Djodi ikut menjadi backing vokal, lagu ‘Nona’, ‘Air Mata Api’, hebat. Lagu lama yang di aransmen ulang adalah ‘Puing’, ‘Berkacalah Jakarta’, ‘PHK’, ‘Bakar (atau Timur Tengah II)’, dikerjakan dengan serius dan bermutu. Lagu lama yang menjadi super hits di album ini adalah lagu ‘Yang Terlupakan’. Setiawan Djodi menghabiskan banyak dana untuk album ini karena ternyata dia memang salah satu fans berat Iwan Fals. Dan hasilnya tidak sia-sia.


Yang mengecewakan adalah, agenda promosi album dengan melakukan tur 100 kota di Indonesia tiba-tiba dibatalkan oleh kepolisian dengan alasan keamanan, karena konser tunggal Iwan sebelumnya selalu berbuntut kerusuhan. Padahal izin sudah dipegang dan alat-alat sudah dikirim ke lokasi konser, persiapan sudah matang tinggal show saja.


Lobi-lobi dilakukan oleh Setiawan Djodi yang dikenal dekat dengan penguasa tetap tidak berhasil. Kabarnya penguasa saat itu tidak mau nama besar Iwan Fals semakin berkibar dengan dukungan finansial yang luar biasa dari Djodi, juga ada kabar ini semua tentang persaingan bisnis, entahlah mana yang benar. Ahirnya konser tetap batal dan semua menerima dengan berat hati. Iwan sendiri setelah kejadian ini menjadi ngambek dan hampir putus asa tidak mau bernyanyi lagi.


Lagu dalam album ini adalah ‘Mata Dewa’, ‘PHK’, ‘Nona’, ‘Air Mata Api’, ‘Bakar’, ‘Puing’, ‘Berkacalah Jakarta’, ‘Yang Terlupakan’, ‘Perempuan Malam’, ‘Pinggiran Kota Besar’.
 


 

Manusia Setengah Dewa

Manusia Setengah Dewa
oleh: Iwan Fals
 Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan

Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan

Turunkan harga secepatnya

Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Reff:


Masalah moral masalah akhlak

Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak-tegaknya

Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Kembali ke: Reff


Turunkan harga secepatnya

Berikan kami pekerjaan
Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Wahai presiden kami yang baru

Kamu harus dengar suara ini.



Hebat, inilah aslinya Iwan Fals. Album ini dikerjakan hanya dengan suara Iwan dan Gitar akustik yang dimainkan sendiri. Jadi teringat album Belum Ada Judul. Lirik lirik nakal dan pedas kembali terdengar disini. Iwan Fals seperti ingin kembali ke masa awal karirnya dahulu, walaupun bahasa yang digunakan lebih ke arah kiasan, namun masih dapat dengan gamblang diterima. Inilah Iwan Fals sebenarnya. 

Yang menarik dalam album ini adalah, setelah album siap diedarkan, Iwan Fals ternyata baru menyadari bahwa dia lupa memainkan harmonika dalam lagu-lagunya, dan album tetap diedarkan karena sudah tidak mungkin melakukan rekaman ulang. Namun ada sedikit masalah pada peredaran album ini yaitu cover depannya diprotes umat Hindhu karena menampilkan gambar salah satu dewa mereka. Cover depan itu adalah lukisan dari saudara tiri Iwan Fals. Iwan Fals merasa bertanggung jawab, bersama Musica dengan segera menghentikan peredaran kasetnya dan mengambil jalur mediasi yang berakhir damai.

Lagu dalam album ini adalah ‘Asik Nggak Asik’, ‘Manusia Setengah Dewa’, ‘17 Juli 1996’, ‘Dan Orde Paling Baru’, ‘Buktikan’, ‘16 Juli 1996’, ‘Ngeriku’, ‘Matahari Bulan Dan Bintang’, ‘Desa’, ‘Para Tentara’, ‘Mungkin’, ‘Politik Uang’.

Minggu, 17 Juni 2012

RESAH

RESAH

Dari jauh lubuk hatiku
Jiwaku resah mencari tahu
Apa yang sedang kurasakan kini
Terguncang aku mengingat engkau
Seandainya aku masih bisa memilih
Akan kupilih engkau sebagai kekasih sejatiku
Betapa semua harapan hanya untukmu
Akan kupahat namamu dalam pusara hatiku.......

Kaulah rahasia terbesar hidupku
Yang takkan mungkin aku ungkapkan
Kusimpan erat perasaanku
Meski ajal menanti.

Meludah dalam muntah
Mencium anyir darah
Mencemooh halus kemeja
Mencukur panjang fikir sampai dungu disetiap nafas,
Gerombolan pembajak mendatangkan penyakit menular,
Di meja bundar menyambung detak jantung.
Itulah aktifitas pemerkosa sampah.

Berjubah kafan,
Bermandikan bunga,
Berhembuskan syurga.
Halayak memaksa tak setetespun tertuang.
Patah-patah telah tersusun bak gumpalan,
Ia tak tau bahwa perekatnya, air mata.

Semangat dan tenaga lebih bernilai dari pada emas permata,
Sebab semangat dan tenaga, emas permata bisa capai,
Takkan tergapai semangat dan tenaga hanya karena emas permata.

Berfikir dalam kata
Berkata dalam angan
Berangan dalam bayang.......